Category: Kesehatan


Pernikahan boleh dibilang suatu “suplemen” bagi kesehatan. Tetapi, ketika Anda terlalu sering menikah, hal tersebut mungkin justru bisa membuat Anda lebih cepat mati. Menurut para peneliti, mereka yang menikah tiga kali atau lebih cenderung tiga kali lebih cepat mati daripada mereka yang menikah sekali selamanya.

Wah, berarti Demi Moore dan Jennifer Lopez harus hati-hati karena mereka sudah menikah untuk ketiga kalinya?

Tunggu dulu. Untuk mendapatkan kesimpulan ini, para peneliti dari University of Florida di Gainesville mempelajari kesehatan dan kehidupan pribadi dari hampir 9.000 pria dan wanita di usia 60-an dan 70-an. Sebagian besar dari mereka telah menikah setidaknya sekali, demikian dilaporkan Journal of Aging and Health.

Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa mereka yang menikah akan memiliki kehidupan yang lebih baik dibandingkan para lajang. Penyebabnya, mereka yang menikah lebih merawat diri, kemungkinan karena mereka memiliki lebih banyak kehidupan untuk dijalani. Mereka didukung oleh keluarga, dan jaringan pertemanan pun bertambah luas.

Namun, ketika mereka menikah tiga kali atau lebih tidak akan mendapatkan keuntungan itu lagi. Secara umum, kecenderungan mereka menghadapi kematian setelah usia 50 tahun adalah 34 persen lebih mungkin dibandingkan dengan mereka yang menikah hanya sekali.

Tidak jelas apa penyebabnya, tetapi hal tersebut dapat saja berhubungan dengan stres yang berkepanjangan akibat kegagalan pernikahan, perceraian, atau kematian pasangan. Hal ini juga mungkin disebabkan karena ketika gagal menjalani pernikahan yang harmonis, mereka juga akan gagal mengurus kesehatan.

“Beberapa karakteristik kepribadian, misalnya kehati-hatian, mungkin menyebabkan seseorang untuk menjadi pasangan yang lebih baik dan terlibat dalam perilaku kesehatan yang positif,” kata John Henretta dari University of Florida di Gainesville.

Toh, ancaman kematian tersebut tidak berlaku bagi semua orang. Ada juga orang yang dapat menikah lebih dari sekali, tetapi mampu hidup lebih lama. Elizabeth Taylor, misalnya, menikah 8 kali (dua di antaranya dengan pria yang sama). Meskipun menjalani berbagai masalah kesehatan, seperti tumor otak, pneumonia, dan penyakit jantung, Taylor kini telah memasuki usia 78 tahun.

Dikutip dari Tribun Lampung

Sel sperma yang normal dan sehat merupakan faktor penentu terjadinya kehamilan. Dalam setiap ejakulasi terkandung 100 juta sperma. Dari jumlah itu, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pria yang hanya memiliki sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani (semen), akan sulit melakukan pembuahan. Mengapa dibutuhkan jutaan sperma jika yang bisa membuahi hanya satu sel saja? Hal ini karena perjalanan dari vagina menuju ke tuba falopi untuk bertemu sel telur sangatlah sulit.

Bahkan, sel telur yang mampu bertahan dan mencapai tuba falopi, mereka masih harus berjuang lagi untuk membuahi sel telur karena sel telur dilapisi dengan lapisan tebal yang membuat proses pembuahan menjadi lebih sulit. Para ahli yakin, tahapan yang sulit itu merupakan seleksi alam sehingga hanya sel sperma yang sehat saja yang mampu membuahi. Dengan demikian kelak akan dilahirkan bayi-bayi yang sehat.

Dikutip dari Tribun lampung