Ada fenomena yang rutin ada saat masuknya bulan Ramadhan, terutama bagi para muda mudi. Setelah selesai makan sahur dan sholat shubuh, sekelompok muda mudi ini bergerak dan berkumpul pada satu tempat dan melakukan berbagai macam aktivitas, ada yang berjalan-jalan santai, jogging, olahraga ringan dan ada juga yang memanfaatkan moment ini untuk mojok alias berpacaran.

Aduuh,, aduuh,, bukannya menjaga kesucian bulan suci tapi ini justru menodai, astagfirullah…

Sebenarnya tujuan awalnya baik, setelah sholat shubuh berolahraga sebentar sambil menunggu waktu pagi, mandi dan menjalankan aktivitas seperti biasa. Tapi sebagian dari itu banyak anak muda yang menggunakan moment ini untuk bertemu kekasih, bermanja-manja berdua dan berkeliling-keliling kota berboncengan berdua dengan sepeda motor.

Seperti yang terjadi di kawasan stadion sumpah pemuda Bandar Lampung. Pada awal puasa kali ini, saat saya berangkat menuju tempat bekerja, saya menjumpai anak laki-laki berumur belasan yang masih mengenakan sarung yang di gantung di lehernya dan anak wanita yang menggunakan kerudung yang dililitkan di lehernya, keduanya begitu asyik ngobrol di beranda stadion.

Lain lagi di sepanjang jalan Sultan Agung Bandar Lampung, banyak kendaraan bermotor yang di kendarai oleh sepasang anak-anak umur belasan dengan tanpa helm di kepalanya. Di tempat lain tak jarang juga saya melihat orang-orang yang asyik berolahraga santai.

Akupun tak sempat menanyai mereka, dan aku pun melajukan sepeda motorku untuk menuju tempat ku bekerja.