Ada fenomena menarik dari seputar jalan raya, baik itu jalan negara maupun jalan propinsi yang ada di negeri ini. Entah mengapa, jalan yang belum lama diperbaiki begitu cepat rusak dan berlubang kembali, bahkan menjadi lubang yang lebih besar dan dalam. Apa mungkin jalan yang dibuat hanya bertahan untuk 3-4 bulan saja?? atau memang jumlah kendaraan yang melintasi jalan tersebut sudah melebihi ambang ketahanan jalannya. Tapi seharusnya, saat jalan tersebut diperbaiki mestinya sudah memperhitungkan masalah tersebut, sehingga tidak terus-menerus diperbaiki yang justru hanya akan menghabiskan uang negara saja.

Kita telisik fenomena perbaikan jalan ini :

  1. Jalan diperbaiki ketika saat musim mudik akan datang, dan nanti saat setelah selesai arus balik jalan tersebut akan kembali seperti semula, kembali rusak, berlubang dan akan diperbaiki lagi nanti saat musim mudik tahun depan.
  2. Jalan diperbaiki saat musim pemilihan presiden, gubernur atau walikota/bupati. Sebagai incumbent yang masih memerintah, dengan aling-aling perbaikan jalan agar dia dapat dipilih kembali saat pemilihan berikutnya.
  3. Jalan diperbaiki ketika rakyat sudah berbondong-bondong menanam pohon pisang di tengah jalan sebagai bentuk kekesalan rakyat karena jalan tersebut tak urung diperbaiki.
  4. Jalan diperbaiki bila sudah terjadi beberapa kali kecelakaan akibat lubang yang dalam ditengah jalan yang tidak terlihat oleh pengemudi

Tabel panjang jalan (km) menurut  permukaan dari tahun 2000-2008 :

Tahun

Aspal

Bukan Aspal

Jumlah

2000

203 214

152 737

355 951

2001

212 935

148 847

361 782

2002

211 998

156 364

368 362

2003

216 109

154 407

370 516

2004

206 144

166 485

372 629

2005

216 714

174 295

391 009

2006

208 732

185 062

393 794

2007

256 548

164 987

421 535

2008

258 744

179 015

437 759

Tabel perkembangan jumlah kendaraan bermotor menurut jenis tahun2000-2008:

Tahun

Mobil Penumpang

Bis

Truk

Sepeda Motor

Jumlah

2000

3 038 913

666 280

1 707 134

13 563 017

18 975 344

2001

3 261 807

687 770

1 759 547

15 492 148

21 201 272

2002

3 403 433

714 222

1 865 398

17 002 140

22 985 193

2003

3 885 228

798 079

2 047 022

19 976 376

26 706 705

2004

4 464 281

933 199

2 315 779

23 055 834

30 769 093

2005

5 494 034

1 184 918

2 920 828

28 556 498

38 156 278

2006

6 615 104

1 511 129

3 541 800

33 413 222

45 081 255

2007

8 864 961

2 103 423

4 845 937

41 955 128

57 769 449

2008

9 859 926

2 583 170

5 146 674

47 683 681

65 273 451

Sumber : Badan Pusat Statistik

Kita lihat saja dari tabel di atas, sepanjang tahun 2000 sampai tahun 2008 laju perkembangan jumlah kendaraan bermotor yang begitu tinggi tidak sebanding dengan perkembangan jalannya, sehingga jalan yang mestinya dilalui oleh 100 kendaraan perhari tapi ini dilalui oleh lebih dari 500 kendaran perhari. Dari situ seharusnya pemerintah bisa lebih memperhatikan fenomena perbaikan jalan ini, sebagai contoh jalan yang diperuntukkan untuk  500 kendaraan yang melintas perhari dibuat menjadi ketahanan 1000 kendaraan perhari, bukan justru sebaliknya, jalan yang melintas 500 kendaraan perhari dibuat untuk ketahanan 100 atau 50 kendaraan perhari saja, sudah bisa dipastikan hari ini diperbaiki, 2 tau 3 bulan mendatang jalan tersebut akan kembali rusak dan kembali berlubang.. Jadi untuk apa diperbaiki………………….??????????

Tahun

Aspal

Bukan Aspal

Jumlah

2000

203 214

152 737

355 951

2001

212 935

148 847

361 782

2002

211 998

156 364

368 362

2003

216 109

154 407

370 516

2004

206 144

166 485

372 629

2005

216 714

174 295

391 009

2006

208 732

185 062

393 794

2007

256 548

164 987

421 535

2008

258 744

179 015

437 759