10 tahun yang lalu jalan-jalan di ibukota ini terlihat lengang, hanya ada beberapa kendaraan melintas setiap menitnya. Dengan jalan yang cukup lebar dan volume kendaraan yang belum terlalu banyak, membuat perjalanan terasa santai tanpa ada ketakutan terjebak macet. Tapi sekarang apa yang terjadi….?????

Lebar jalan tidak bertambah tapi jumlah kendaraan yang melintas sangat padat, sehingga terjadi penumpukan kendaraan pada titik-titik ramai, seperti di perempatan jalan, pertigaan, jalan dekat kampus/sekolah, jalan pasar tumpah, dan jalan-jalan yang menjadi terminal gelap alias tempat mobil angkot/bis ngetem menunggu penumpang.

Maceeet…??? Sungguh sangat melelahkan dan menjengkelkan, seharusnya kita datang bisa tepat waktu tapi karena tiba-tiba terjebak macet, kita menjadi terlambat. Dalam hal ini semua unsur lapisan pengguna jalan turut menyumbang terjadinya macet ini disamping memang kurangnya lebar jalan dan tidak adanya pembatasan jumlah kendaraan yang beroperasi pada jalan tersebut. Macet merupakan akibat dari adanya serangkaian aktivitas manusia yang secara bersamaan terjadi pada suatu tempat. Faktor utama terjadi macet adalah lebar jalan yang sudah tidak dapat menampung jumlah kendaraan yang beroperasi, sedangkan hal lain yang mendorong terjadinya macet, diantaranya adalah :

  1. Angkot/bis kota yang menaikkan dan menurunkan penumpang tidak pada tempatnya
  2. Becak yang beroperasi bukan pada jalurnya, bahkan ada yang melawan arus.
  3. Penyeberang jalan sembarangan, yang membuat tangga penyebrangan menjadi kurang berfungsi
  4. Kondisi jalan yang rusak dan berlubang sehingga menimbulkan genangan air setelah diguyur hujan.
  5. Masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu jalan yang ada, seperti dilarang berhenti, dilarang parkir, dilarang putar arah.
  6. Iring-iringan mobil dengan sirine petinggi negeri yang hampir setiap hari lalu lalang

Data penjualan kendaraan roda dua  selama tahun 2009 dari berbagai merk adalah 5.881.777 unit, sedangkan penjualan kendaraan roda empat tahun 2009 dari berbagai merk adalah 486.662 unit. (sumber: kompas.com). Bisa dibayangkan setiap tahun produsen kendaraan mampu menjual jutaan unit kendaraan yang akan memadati jalan-jalan yang belum tentu setiap tahun diadakan pelebaran/perluasan, dan dari jumlah tersebut sudah pasti akan menciptakan kemacetan yang hebat. Seharusnya antara penjualan kendaraan harus berbanding lurus dengan upaya pelebaran dan perluasan jalan  selain peran pemerintah untuk melakukan penertiban dan pemberlakuan pembatasan produksi dan pembatasan tahun kendaraan yang layak beroperasi agar kemacetan dapat berkurang.