Industri dan bisnis sepeda motor dan mobil di Indonesia selama 2009 masih bergairah Berdasarkan data yang diperoleh, untuk jenis sepeda motor saja penjualan mencapai 5.881.777 unit, sedangkan untuk jenis mobil tercatat mencapai 486.662 unit.

1. Sepeda motor

Dari beberapa anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), hanya dua  yang menikmati pasar Indonesia dalam porsi sangat besar dan terus bersaing, yaitu Honda dan Yamaha. Keduanya, kalau digabungkan, menikmati 91,45 persen pangsa pasar sepeda motor pada 2009 atau total 5.378.989 unit.

Honda masih bisa tersenyum berkat bebeknya dengan total penjualan 1.659.764 unit atau sama dengan 61,37 persen dari total penjualan merek tersebut untuk seluruh kategori. Secara nasional, Honda memperoleh pangsa 52,05 persen untuk jenis bebek. Saingannya, Yamaha, memperoleh penjualan 1.217.274 unit atau 38,17 persen. Yamaha unggul pada jenis skuter (skutik) dan sport. Untuk skutik, Yamaha berhasil menjual 1.237.302 unit atau menguasai 55.76 persen skutik nasional melalui Mio. Adapun pada sport memperoleh  pangsa 46,42 persen atau 220.316 unit dari 474.538 unit. Kompetitornya, Honda, hanya bisa menjual skuter 861.740 unit (38,84 persen) dan motor sport 182.593 unit (38,47 persen) pada masing-masing jenis.

Merek Suzuki kini menjadi produsen gurem karena hanya bisa mencicipi penjualan 438.158 unit atau 7,4 persen. Padahal pada 2005, Suzuki sempat menguasai 20 persen pangsa pasar motor Indonesia. Ketika itu, penjualan sepeda motor di Indonesia mencapai 5.074.186 unit. Kendati demikian, Suzuki tidak sendirian sebagai anggota AISI yang hanya menonton “pertarungan” Honda dan Yamaha dalam menguasai pasar sepeda motor Indonesia. Malah, ada anggota AISI yang gigi jari, seperti Kawasaki, Kanzen, Kymco, dan Piaggio. Selama 2009, Kawasaki menghasilkan penjualan 61.217 unit atau memperoleh pangsa 1,04 persen dari total nasional. Ini bisa dimaklumi karena Kawasaki hanya mengandalkan bebek dan sport. Nasib lebih menyedihkan dialami produsen motor nasional milik Rini Suwandi, Kanzen. Selama 2009, mereka melaporkan penjualan 3.413 unit dan hanya mengandalkan bebek. Dua merek lainnya, Kymco dan Piaggio, nihil.

Sebenarnya di pasar Indonesia juga ada produsen motor bukan anggota AISI, yaitu TVS (baru jadi anggota), Bajaj, Minerva, Viar, KTM, Jialing, dan sepeda motor tiga roda. Sayang, susah mendapatkan data penjualan mereka secara akurat. Angka produksi dan penjualan yang mereka berikan ke wartawan dalam bentuk perkiraan atau secara global. Masing-masing merek memperkirakan produksi mereka antara 10.000 dan 20.000 unit.

Berikut adalah tabel penjualan sepeda motor nasional dari berbagai merk :

Merek Bebek Skuter Sport Total
Honda 1.659.764 861.740 182.593 2.704.097
Yamaha 1.217.274 1.237.302 220.316 2.674.892
Suzuki 291.947 119.612 26.599 438.158
Kawasaki 16.187 45.030 61.217
Kanzen 3.413 3.413
Total 3.188.585 2.218.654 474.539 5.881.777
Presentase 54,21 37,72 8,07 100

2. Mobil

Pasar mobil nasional tahun 2009 mencatat penjualan total 486.662 unit. Ketika badai krisis finansial datang menerpa di awal 2009, para pebisnis otomotif, termasuk Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memprediksi pasar hanya akan 350.000-400.000 unit atau 40-45 persen. Kenyataannya, pasar mampu melampaui targat sampai 86.662 unit. Sinar cerah keyakinan tak cuma tampak pada total penjualan. Dari data yang diterima, pasar mobil pada Desember meningkat 22 persen menjadi 48.414 unit dibanding bulan sama pada 2008 sebesar 39.651 unit. Bahkan, dibanding November 2009, market bulan Desember naik 0,1 persen dari hanya 48.329 unit.

Toyota masih menjadi memimpin dengan total penjualan 186.687 unit disusul Daihatsu 77.513 unit. Selanjutnya, Mitsubishi mencatatkan 61.735 unit, Suzuki (44.689 unit), dan Honda (40.590 unit).

Data Penjualan Mobil Nasional dari berbagai merek adalah sebagai berikut :

MEREK TOTAL PENJUALAN
TOYOTA 186.687
DAIHATSU 77.513
MITSUBISHI 61.735
SUZUKI 44.689
HONDA 40.590
NISSAN 21.440
ISUZU 15.236
MAZDA 1.543
LAINNYA 37.229
TOTAL 486.662

(Sumber: http://www.kompas.com)