Mulai 2 Agustus 2010 mendatang, bersiap-siap lah seluruh pengguna kendaraan roda dua, karena pemerintah akan membuat kebijakan pembatasan penggunaan BBM (bahan bakar minyak) jenis premium bersubsidi dan akan menggantinya dengan pertamax atau pertamax plus. Buat kita-kita yang dekat dengan kegiatan touring, maka kita akan merasa tersedot dompet kita akibat dari kebijakan baru pemerintah tersebut. Saat ini pro kontra perubahan kebijakan itu bermunculan, dari mulai para wakil rakyat, masyarakat umum dan terutama para bikers se-tanah air.

Wakil ketua DPR Pramono anung kepada Republika (27/5) mengatakan rencana pemerintah melakukan pembatasan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi terhadap kendaran roda dua bisa sangat berisiko. Jika terhadap kendaraan roda dua diberlakukan harga BBM (bahan bakar minyak) non-subsisi maka bisa muncul pasar gelap. (sumber Republika 27/5)

Hal senada juga disampaikan oleh ketua harian dari Club motor STERIL (Suzuki Thunder Independent Lampung) kepada House Of Thunder (30/5), menurutnya pemilik kendaraan roda dua ini adalah kebanyakan dari kalangan menengah kebawah, seharusnya pemerintah ini melindungi masyarakat kecil, bukannya membuat kami semakin terpuruk.

Kepala Litbang dan juga penggiat Road Safety Association (RSA) Edo Rusyanto, memaparkan, motor selama ini merupakan kendaraan alternatif bagi warga kalangan menengah ke bawah. Terutama untuk menunjang kegiatan sehari-hari termasuk menjadi sarana mencari nafkah. Dengan adanya kebijakan ini maka beban anggaran yang harus ditanggung rumah tangga bakal membengkak. Bahkan, bila berlarut-larut, tidak menutup kemungkinan kondisi sosial ekonomi masyarakat juga akan terganggu (sumber:INILAH.COM, Kamis 27/5).

Tapi apapun keputusannya nanti, semoga dapat membuat semuanya ini menjadi lebih baik dan menjadi lebih maju. Buat para bikers yang begitu akrab dengan motor, semoga keputusan itu nantinya tidak merubah kebiasaan touring kita dan tetap menjaga hubungan silaturahmi yang baik antara sesama bikers di seluruh negeri ini.