Rantai roda / drive chain sangat penting peranannya dalam menjamin keamanan dan kenyamanan dalam berkendaraan sehingga perlu sekali diperhatikan perawatannya.
Berkaitan dengan itu, kami akan memberikan tips pemeriksaan untuk rantai roda/drive chain. Tips ini bisa Anda terapkan dalam merawat kerusakan dini atau gangguan pada rantai roda.

1.  Kesesuaian rantai roda dengan sproket-nya.
Ini mutlak dipastikan guna mencegah ausnya grigi pada sproket dan roll
dari rantai.

2.  Kenormalan sambungan rantai.
Pin dan sambungan pada rantai pun harus diperiksa, apakah
pemasangannya sudah benar atau terjadi perubahan posisi. Kalau terjadi
kesalahan dalam pemasangan atau posisi klip/penguncinya berubah, itu
dapat menyebabkan rantainya lepas dari sambungan. Itu bisa terjadi pada
saat kecepatan tinggi atau bebannya berat.

3.  Ukuran kekencangan pada rantai.
Mengingat jarak simpangan atau ukuran kekencangan akan berakibat pada
kencang kendurnya rantai, maka simpangan atau jarak kekencangan harus
diperhatikan pula (bisa dilihat stiker yang ada ditutup rantai roda).

4.  Posisi pemasangan rantai dengan tutupnya.
Ini perlu pemeriksaan khusus guna memastikan bahwa antara rantai
dengan tutup rantai tidak terjadi gesekan.

5.  Pelumas rantai.
Hal ini perlu sekali dilakukan selain untuk mereduksi keausan rantai dan
sproketnya karena adanya gesekan, juga pemberian pelumas ini dapat
membuat umur rantai lebih lama. Perlu diperhatikan pula pelumas yang
digunakan.

6.  Pemeriksaan suara.
Ini penting untuk menghindari berbagai kemungkinan yang timbul akibat
berputarnya rantai. Bila saat jalan terdengar suara abnormal berasal dari
rantai, hendaknya dicermati dan dilakukan pemeriksaan dengan mencari
penyebabnya. Untuk itu bisa saja hubungi ahass terdekat.

7.  Kebersihan rantai.
Perawatan rantai agar tetap bersih perlu dilakukan pula. Ini penting karena
bisa berpengaruh terhadap kekuatan rantai motor. Untuk itu hilangkanlah
kotoran baik dari debu atau kotoran lainnya. Bila rantai motor dibiarkan
tanpa terawat, itu tentu akan mempercepat keausan/rusak.

Tips Melumasi Rantai Roda
Dalam merawat rante motor ternyata masih banyak yang salah kaprah. Biasanya rante diolesi pakai oli. Padahal rante dirancang sampai rusak tidak perlu titambah pelumas lagi. Kecuali untuk motor yang tidak dilengkapi dengan tutup rantai, itu harus dilumasi. Melumasi rante paling efektif 1 minggu dan hanya luarnya saja. Karena putaran rantai, oli nyiprat dan terbuang. Sehingga perlu diolesi lagi setiap minggu.

Tips Melumasi Memakai Gemuk
Untuk membuat gemuk bisa masuk ke dalam rol rante, langkah-langkah yang harus lakukan adalah:
1. Rebus gemuk hingga 100c sampai cair, pabrik rante biasanya
menggunakan gemuk khusus dan pemanasannya sampai 200c
2. Gemuk cair harus bisa melewati celah yang kecil.
3. Kemudian rendam rante selama sepuluh menit biar cairan meresap di
setiap celah.
4. Setelah direndam sebelum titik beku gemuk menggumpal, angkat rante lalu
keringkan.
5. Setelah mengering rante siap dipasang dengan rol penuh gemuk.

Mendeteksi Speleng Cakram
Speleng bukan cuma kejadian di ban depan ato belakang saja. Piringan cakram pasti kena karena putaran nggak benar. Di Pabrik biasa dideteksi dengan menggunakan dial-gauge. Untuk brow and sis yang tidak memiliki alat tersebut dapat menggunakan spidol. Caranya:
1. Coret garis vertikal, enggak usah banyak, cukup setengah keliling cakram.
Supaya tidak repot, jarak garis bikin rapat saja.
2. Setelah dicoret, putar ban dengan tangan dan biarkan ban sampai berhenti.
3. lihat kondisi garis.
Putaran cakram normal kalau coretan terhapus, berarti terkena gesekan
kampas rem. Bila masih ada garis yang tebel, maka putaran cakram tidak
normal.
4. Kemudian cek apakah penyebab cakram speleng, mungkin baut cakram
atau kaliper yang bermasalah.